SAGU Foundation dan PAM Klasis Port Numbay Kolaborasi Gelar Kelas Persiapan Beasiswa

JAYAPURA | PAM Klasis Port Numbay bekerjasama dengan SAGU Foundation menggelar Kelas Persiapan Beasiswa. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemuda-pemudi gereja terkait pengenalan sumber-sumber beasiswa, teknik penulisan lamaran beasiswa hingga materi pembelajaran bahasa Inggris dasar meliputi tata bahasa, kosa kata, dan komunikasi serta tes simulasi TOEFL dan IELTS.

Direktur SAGU Foundation, Tisha Rumbewas menambahkan materi pengenalan beasiswa yang dibawakan timnya meliputi peluang-peluang beasiswa yang saat ini ditawarkan berbagai pihak termasuk beasiswa dari pemerintah maupun pihak swasta.

“Kami berikan materi pengenalan beasiswa ini termasuk peluang beasiswa yang ditawarkan berbagai pihak. Bila sejak dini, pemuda-pemudi gereja memahami dengan baik proses administrasinya maka kesempatan untuk meraih beasiswa terbuka lebar,”kata Tisha dalam keterangan resminya, Kamis 23 Mei 2024 di Jayapura.

Tisha menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PAM Klasis Port Numbay yang mendukung kegiatan Kelas Persiapan Beasiswa tersebut. Kegiatan ini sangat strategis karena mendukung pembangunan pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda Kristen Papua.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini sangat positif untuk mengembangkan anak muda di Papua. Ini adalah langkah positif dari Gereja Kristen Injili di tanah Papua klasis Port Numbay. Kegiatan seperti perlu ditingkatkan dan dilanjutkan untuk memanusiakan Sumber Daya Manusia Kristen di Bumi Cenderawasih,”tandasnya.

Diana Kambuaya, Program manager Sagu Foundation menjelaskan materi yang dibawakan pada Kelas Persiapan Beasiswa tersebut berupa materi-materi penting bagi pemuda pemudi untuk menjadi pengetahuan dasar mengenai pengenalan program beasiswa.

Materi lainnya adalah teknik penulisan Curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup serta penulisan essay yang berhubungan dengan pelamaran beasiswa. Dan juga pengenalan tes tes bahasa Inggris yang nanti diperlukan untuk melamar beasiswa seperti TOEFL dan IELTS.

“Materi-materi ini merupakan materi dasar yang sangat penting bagi pemuda-pemudi Papua dan merupakan langkah awal bagi pencari beasiswa untuk mempersiapkan diri mereka jauh-jauh hari agar mereka tidak kelabakan saat kesempatan itu diberikan,”jelas Diana.

Tisha dan Diana menyerukan lembaga-lembaga non pemerintah untuk berkolaborasi dan peduli membantu pembangunan pendidikan dan pengembangan SDM sehingga Generasi Papua disiapkan sejak dini menghadapi perubahan dan tantangan global kedepan.

“Tugas mendidik dan mengembangkan SDM di Papua bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga gereja memilik peran strategis untuk menyiapkan pemuda-pemudi Kristen yang siap hadapi tantangan global di masa depan. Kami ajak semua lembaga-lembaga non pemerintah untuk berkolaborasi menyiapkan generasi muda Papua,”tandas keduanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kelas Persiapan, Agustien Raquela Sanggenafa menjelaskan kegiatan tersebut dibagi menjadi dua kelas yakni Kelas Persiapan Beasiswa yang dikhususkan bagi pemuda-pemudi PAM Klasis Port Numbay yang sedang menyiapkan diri mencari dan mendaftar beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Kemudian Kelas Prakerja dipriotaskan untuk pemuda-pemudi yang sedang mencari lapangan kerja atau memasuki dunia kerja.

“Mereka dipersiapkan dengan materi-materi terkait persiapkan apa saja yang harus dipersiapkan baik secara administrasi maupun praktek. Jadi diberikan pemahaman terkait persyaratan yang harus disiapkan bila ingi masuk kedunia kerja dan materi-materi yang diberikan berkaitan dengan proses pelamaran kerja itu sendiri seperti membuat CV, kemudian tips wawancara, “jelas Agustien.

Pada kelas ini, lanjut, juga melibatkan Pendeta yang membawa materi dari sisi kerohanian terkait bagaimana anak muda melihat pekerjaan dan juga bagaimana melibatkan Tuhan dalam pekerjaan.

“Tujuan kegiatan ini sebenarnya kami mau supaya gereja kehadiran gereja secara khusus klasis Port Numbay berperan lebih luas dalam melayani dan pengabdian kepada masyarakat terutama membantu pemuda-pemudi gereja di Port Numbay dan Tanah Papua,”ucap Agustien Sanggenafa.

Kegiatan tersebut berlangsung kurang lebih 1 bulan, pesertanya melibatkan puluhan pemuda-pemudi PAM GKI se klasis Port Numbay.

“Kegiatan ini sangat baik sekali dan bermanfaat buat saya untuk bisa mempersiapkan diri untuk peluang beasiswa ke depan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja,”ungkap Wellem G Wondiwoi peserta dari GKI Harapan Abepura.(RED/BEL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *