PLN Wujudkan 1.819 Sambung Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu

JAYAPURA | Momen Hari Ulang Tahun Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai berbeda oleh PT PLN (Persero) dengan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang belum menikmati terang.

Melalui program _Light Up The Dream_ PT PLN (Persero), kini sebanyak 1.819 keluarga kurang mampu di tanah Papua telah berhasil menikmati listrik 24 jam.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk WIlayah Papua dan Papua Barat, Budiono menjelaskan bahwa program Light Up The Dream_berasal dari donasi pegawai PLN yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk memberikan bantuan penyambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu.

Ini menjadi wujud inisiasi kepedulian para pegawai sebagai tanggung jawab sosial individu mereka terhadap lingkungan sekitar.

Bacaan Lainnya

“Diawali niat mulia yang sederhana, bantuan kecil namun bisa berdampak besar bagi penerima yang merasakan manfaatnya. Kami berkomitmen agar ini bisa terus berkelanjutan dan bisa mempercepat rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik di wilayah timur khususnya di tanah Papua bagi masyakarat kurang mampu agar dapat menikmati listrik secara gratis,” pungkas Budiono.

Program ini selaras dengan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat tanpa terkecuali, khususnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.

Hal ini terlihat dari capaian program Light Up The Dream tersebut yang secara nasional, hingga Bulan Agustus 2023 telah memberikan bantuan sambungan listrik gratis kepada 13.439 rumah warga kurang mampu.

Yunita Matinahoro, salah seorang penerima manfaat yang tinggal di Kelurahan Koya Timur mengungkapkan sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh PLN untuk dirinya.
Yunita yang selama lima tahun terakhir menyambung listrik pada tetangga, mengaku kini bisa merasakan listrik sendiri berkat adanya bantuan Light Up The Dream.

“Dulu saya harus menarik listrik dari tetangga. Semuanya serba terbatas. Anak-anak juga mau belajar susah karena saya belum mampu bayar pasang listrik di rumah. Puji tuhan, sejak 17 agustus kemarin, anak-anak bisa belajar siang dan malam, kami bisa beraktivitas dengan gampang karena ada lampu . Semoga PLN tetap maju untuk menyalakan listrik di seluruh Indonesia,” kata Yunita.

Senada juga diungkapkan Suharti, Petani dari Kelurahan Koya Timur, yang selama ini hidup dalam kegelapan. Hidup merantau dan jauh dari kampung halaman selama bertahun-tahun, membuatnya harus merasakan penerangan yang serba terbatas dan harus menumpang agar aktivitas malam hari bisa tetap dilakukan.

“Kami sulit untuk punya listrik. Pendapatan kami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biasanya kalau mau pake listrik, harus nyambung sama tetangga. Terima kasih PLN semoga semakin memberikan banyak keberkahan lebih banyak lagi,” ungkapnya.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *