Dampak EL Nino, Papua Selatan Musim Kemarau Panjang

MERAUKE | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Kelas III Mopah, Merauke memperkirakan musim kemarau di wilayah Papua Selatan bakal berlangsung lama.

Pasalnya, sejak 4 Agustus 2023, telah terpantau titik panas yang kian meningkat dan musim kemarau di daerah itu.

Kondisi tersebut dikemukakan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Mopah, Merauke, Gatot Rudiantoro saat pemaparan pada rapat Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Akibat Dampak Cuaca Ekstrem El Nino tahun 2023, di Kantor Bupati Merauke, Rabu, 23 Agustus 2023.

“Sejak tanggal 4 Agustus 2023 terpantau titik panas meningkat dan musim kemarau diperkirakan akan berlangsung lama. Faktor yang mempengaruhi kebakaran salah satunya El Nino. El Nino terjadi akibat interaksi rumit antara laut dan atmosfer yang berdampak luas kepada pola cuaca dan ekosistem,”ungkap Gatot.

Bacaan Lainnya

Antisipasi kemarau dan dampak El Nino, Gatot menyarankan pemerintah provinsi dan kabupaten di Papua Selatan segera melakukan langkah-langkah terpadu melibatkan seluruh stakeholder dan mitigasi cara penanggulangan bencana secara aktif kepada masyarakat.

“Kami menyarankan agar segera dilakukan mitigasi atau cara penanggulangan bencana,”saran Gatot.

BMKG mencatat ada sekitar 63% wilayah yang sudah mengalami kekeringan imbas El Nino. Daerah yang sudah merasakan El Nino adalah wilayah Khatulistiwa dan Selatan Khatulistiwa. Kawasan ini meliputi Pulau Jawa, Sumatra bagian Tengah hingga Selatan, Bali, NTB, NTT dan Sebagian Papua bagian selatan.

El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur.

Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah sekitarnya, termasuk seperti di Indonesia.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *