Berada di Zona Geo Pasifik, Ini Upaya Uncen Siapkan SDM

Para Wisdawan dan Wisudawati di Instora Papua Bangkit, Kompleks Stadion Lukas Enembe

JAYAPURA | Universitas Cenderawasih saat ini memiliki 21 profesor atau guru besar. Tenaga dosen di universitas tersebut terus didorong mengembangkan keilmuannya.

Rektor Uncen, Dr. Oscar Oswald Wambrauw,SE.,M.Sc.,Agr mengatakan hingga tahun 2023, Uncen telah melahirkan 87.486 lulusan dari berbagai jenjang dan program studi. Sementara mahasiswa aktif sampai denga semester ganjil 2023 mencapai 21.327 orang.

“Sejak Uncen mulai berdiri tanggal 10 November 1962 sampai dengan wisuda hari, jumlah lulusan dan alumni Uncen mencapai 87 ribu orang lebih dan mahasiswa aktif 21.327 orang hingga semester Ganjil 2023,”jelas Oscar usai mewisuda 1816 mahasiswa/mahasiswi,Rabu 30 Agustus 2023, di Istora stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua.

Ia optimis dengan program pendidikan yang kokoh serta ditopang SDM yang berkualitas, Uncen bakal terus menghasilkan SDM Papua yang memiliki daya saing global.

Bacaan Lainnya

Kata Wambrauw, Uncen memiliki tenaga didik yang mumpuni. Setelah pengukuhan 4 guru besar, 7 Agustus 2023 lalu, kini universitas tersohor di Bumi Cenderawasih itu, kembali diperkuat 4 dosen yang telah berhasil menyelesaikan program doktornya, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Kelimanya antara lain;
1. Dr. Juliana waromi, S.E.,M.Si, dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), lulusan Program Doktor Universitas Diponegoro, dalam Bidang Ilmu Akuntansi, dengan predikat Sangat Memuaskan.
2. Dr. Ira Widyastuti, ST.,M.T dosen pada Fakultas Teknik (FT), lulusan Program Doktor Universitas Hasanuddin, dalam Bidang Keairan, dengan Predikat Sangat Memuaskan.
3. Dr. Prihananto Setiadji, ST.,M.T.,CIAR dosen pada Fakultas Teknik (FT), lulusan Program Doktor Institut Pertanian Bogor, dalam Bidang Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, dengan
Predikat Sangat Memuaskan
4. Dr. Bill Jones Cuncun Pangayow, SE.,M.SI,AK,CA, dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Lulusan Program Doktor Philippine Christian University, dalam Bidang Business Management Major in
Accountancy, dengan Predikat Cum laiude

Pada 7 Agustus 2023 lalu 4 guru besar Uncen dikukuhkan yakni
1.Prof. Dr. Mesak Iek, S.E.,M.Si, Prof.
2.Dr. Avelinus Lefaan, M.S,
3. Prof. Dr.Julius Ary Mollet, S.E.,MBA.,MT.DEV.,Ph.D,
4. Prof. Dr. Frans Reumi, S.H., M.A.,M.H.

Selain nama-nama tersebut ada pula nama guru besar lainnya yakni;
Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA.
Prof. Dr. Agustinus Fatem, Drs.MT.
Prof. Dr. Akbar Silo, MS.
Prof. Dr. Arung Lamba, M.Si.
Prof. Dr. Auldry F. Walukow, M.Si.
Prof. Dr. Drs. Agustinus Sale, M.Ec.
Prof. Dr. Elsyan R. Marlissa, SE. M.Si.
Prof.Dr. Happy Lumbantobing, M.Si.
Prof. Dr. Hasan Basri Umar, MS.
Prof.Dr. Melkias Hetharia ,S.H.,M.A.,M.Hum
Prof. Dr. Sutoro, M.Kes. Guru Besar
Prof. Dr. Tiurlina Siregar , M.Si
Prof. Dr. Yohana S. Yembise, MA
Prof. Dr. Yohanis Rante, SE.M.Si
Prof. Dra. Rosye Hefmy Rechnelty Tanjung, M.Sc.,Ph.D
Prof Dr. Jonni Siahaan, M.Kes, AIFO
Prof. Dr. Saharuddin Ita, M.Kes

ZONA GEO PASIFIK
Rektor Oscar Wambrauw mengatakan 10 hingga 20 tahun kedepan, tepatnya 2045 Indonesia memasuki tahun emas atau usia 100 tahun kemerdekaan dan mendapatkan bonus demografi.

Diera tersebut, semua sudah terbuka, termasuk kompetisi dan persaingan tenaga kerja. Lalu Papua bagaimana?

Kata Rektor, secara khusus Papua berada di zona Geo Pasifik. Sehingga Papua menjadi pintu masuk perkembangan dan persaingan global ke Indonesia melalui Pasifik. Oleh karenanya, Uncen perlu menyiapkan SDM yang berkualitas dan memiliki skill tinggi untuk menghadapi era itu.

“Papua berada di zona Geo Pasifik sehingga kita (Uncen) perlu menyiapkan sumber daya yang punya kualitas tinggi. Sehingga di saat kita menghadapi masyarakat global, maka kemampuan anak-anak anak Papua mampu untuk bersaing dengan tenaga kerja dari luar,”ungkapnya.

Guna menyiapkan SDM Papua yang kompetitif, lanjut Rektor, salah satu langkah dalam proses belajar yang sedang digalakannya adalah membuka program studi internasional dengan melibatkan praktisi-praktisi internasional.

“Sehingga mereka bisa mendidik dan mengajar anak-anak kita agar anak-anak Papua memiliki pengetahuan dan kemampuan yang standarnya bisa sama dengan yang ada di luar negeri. Dengan demikian saat nanti masuknya transformasi baru melalui masyarakat global anak-anak kita juga sudah siap untuk menghadapi situasi seperti itu. Sehingga tidak tergilas,”pungkas Wambrauw.

Editor | SONNY RUMAINUM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *